 |
 |
 |
|
Mar 15, 2007
13 Maret 2007 Nur Iskandar Sahabat
Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ''Kegelapan itu ada lima dan
pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan
menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi,
barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di
dunia dan akhirat.'' Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya).
Rasulullah bersabda, ''Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.'' (HR
Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala
cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar
memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah
secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran. Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha
(tobat yang sungguh-sungguh) . Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya bila
seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu
titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun
serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa,
bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.'' (HR
Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14. Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ''Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah,
ia akan masuk surga.'' Para sahabat bertanya, ''Wahai Rasulallah, apa
wujud keikhlasannya? '' Beliau menjawab, ''Kalimat tersebut dapat
mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.'' Keempat,
alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus
memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan,
orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi
mereka adalah surga 'Adn. Mereka kekal di dalamnya. Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin
adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati
segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati (eskatologis) .
Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal
sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat). Demikian lima wasiat Abu
Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga
menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga.
Amin.
Posted at 02:10 am by MasterOfWind
Permalink
Dec 7, 2006
MENGAPA BERTERIAK?
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?" Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab; "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak." "Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?" Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harusberteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi." Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling menyayangi? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan."
Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda."
William Wiguna ================================================ Renungan kata mutiara hari ini
" Kita semua mempunyai jumlah waktu yang sama meskipun kemampuan yang tidak sama. Tetapi orang yang menggunakan waktunya dengan lebih baik, acapkali mengalahkan mereka- yang mempunyai kemampuan lebih banyak."
-- -----------------------
Posted at 08:56 pm by dweetee
Permalink
Nov 19, 2006
Assalamu'alikum ww
Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”
“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.
“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.
“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong, jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja, Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah, Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan” . “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah, Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini.”
“Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”
“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.”Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.
“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”
“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.
“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”
“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”
“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan- pertandingan, konser musik dan bioskop.”
“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.
“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah, dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL, RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”
“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”
“ANDALAH YANG MENENTUKAN.. !!!”
sumber : www.myquran. com
Posted at 11:52 pm by dweetee
Permalink
Nov 18, 2006
Oleh : K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR
Alloh swt adalah Dzat yang Maha Sempurna segala-gala- Nya, Maha luas tak terbatas pengetahuan- Nya. Sangat pasti hanya Alloh-lah Dzat yang Maha Memiliki segala keagungan, Kemuliaan dan Keunggulan. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung lagi bagi siapapun yang di karuniai kemampuan untuk mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tetapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpendam dan tetap "terpendam", tidak tergali karena tidak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya. Padahal tiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk unggul, termasuk kita. Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif.
1. PERCAYA DIRI Bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati oleh orang gagal.Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam.Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu, sedangkan waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (mubadzir), bukankah perbuatan mubadzir itu adalah perbuatan syetan, Alloh SWT berfirman : "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhan-Nya". (QS. Al Israa (17:27)
Lihatlah hidup keseharian kita, seringkali secara sadar atau tidak telah melalaikan waktu. Anehnya tidak jarang setengah mati kita menjaga harta kita supaya tidak hilang dicuri orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri dengan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti dia telah mencuri waktu kita. Berapa banya waktu kita untuk nonton TV yang tidak semua acaranya mendidik kita agar lebih berhasil guna dan berdaya guna, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka mulai sekarang pantanglah kita menyia-nyiakan waktu tanpa faedah. Alloh berfirman: "Sesungguhnya berintunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna". Artinya sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya, yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas mutu sholatnya, itulah yang beruntung.Jadi pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri. Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu yang kita lalui harus selalu benar-benar full manfaat dan lebih yang orang lain lakukan.
2.SISTEM YANG KONDUSIF Sistem yang kita masuki itu akan sangat mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu. Maka kalau ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah "Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau bakaran".
3. BERDAYA SAING POSITIF Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah "Panji" pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas- Universitas luar negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainya, akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negri dan Perguruan Tinggi luar negri.
Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya. Namun bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi. Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju.
Pepatah mengatakan bahwa "lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari pada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang bodoh". Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati, sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.
4. MAMPU BERSINERGI (BERJAMAAH). Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bersinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu, yang kalau kita mampu mengelolanya akan melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati hidup berjamaah, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah pintar. Untuk itu berjamaahlah, tapi berjamaah yang positif, karena berjamaah itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ terus.. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus, maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon.
5. MANAJEMEN KALBU Tidak bisa tidak, bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mengendalikan suasana hatinya, karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya merasa gembira, maka dia gembira. Kalau hatinya sedang sedih maka sedih pula dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya. Semua tergantung pada suasana hatinya, maka bagi orang yang tidak mampu mengendalikan/ mengelola hatinya akan merasa repot dalam menghadapi hidup ini. Rosululloh SAW bersabda "ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati",(HR. Bukhari – Muslim).
Posted at 01:37 am by MasterOfWind
Permalink
Nov 3, 2006
from : myquran.org Suatu hari murid-murid Imam Al-Ghazali bertanya pada sang Imam:1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?3. Apa yang paling BESAR di dunia ?4. Apa yang paling BERAT di dunia ?5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?Lalu Imam Al-Ghozali menjawab pertanyaan2 muridnya tsb....Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".Murid-muridnya menjawab : "orang tua,
guru, kawan, dan sahabatnya".Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akanmati (Q.S. Ali Imran 185)Kedua,"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari danbintang-bintang" .Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan ituadalah BENAR.Tapi yang paling benar adalah MASA LALU. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datangdengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.Ketiga,"Apa yang paling besar di dunia ini?".Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan
matahari".Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.Al-A'Raf 179).Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawakita ke neraka.Keempat,"Apa yang paling berat di dunia ini?".Ada yang menjawab : "besi dan gajah".Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalahMEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketikaAllah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehinggabanyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegangamanahnya.Kelima,"Apa yang paling ringan di dunia ini?"Ada yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan" .Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia iniadalah MENINGGALKAN SHOLAT.Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kitameninggalkan sholat.Dan pertanyaan keenam adalah,"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaansaudaranya sendiri.semoga bermanfaat.. .
Posted at 08:31 pm by MasterOfWind
Permalink
Oct 9, 2006
Bagaimana Lidah Berpuasa ???
Lidah mempunyai cara khusus dalam berpuasa yang dikenal oleh mereka yang menjauhi perkara sia-sia. Puasa lidah terus berlangsung selama atau di luar Ramadhan. Tetapi dalam bulan Ramadhan lidah terdidik dan terlatih.
Rasulullah bersabda: ”Hati-hatilah kamu dengan ini, kemudian beliau menunjukkan lidahnya.” Mu’adz kemudian bertanya: ”Apakah kami akan disikasa terhadap apa yang kami katakan ya Rasulullah:” Rasulullah menjawab : ”Ibumu kehilangan kamu wahai Mu’adz. Manusia dilemparkan ke neraka adalah karena akibat lidah mereka.”
Bahaya lidah sangat besar, Abi Bakar pernah memegang lidahnya sambil menangis dan berkata : ”Ini yang telah mendatangkan banyak hal padaku.” Lidah ibarat binatang buas yang berbahaya, ular berbisa, dan api yang berkobar.
”Jangan engkau sebut aib seseorang dengan lidahmu. Setiap kamu mempunyai aib, dan orang-orang punya lidah.” Ibnu ’Abbas pernah berkata kepada lidahnya : ”Wahai lidah, berkatalah yang baik, niscaya kamu akan memperoleh untung, atau diam bungkam tak mengucapkan kata busuk, niscaya kamu akan selamat. Semoga Allah menyayangi Muslim yang menjaga lidahnya dari perkataan yangkeji, mengikatnya agar tidak menggunjing orang, dan memeliharanya agar tidak berbuat haram.”
Allah menyayangi orang yang berhati-hati dengan lidahnya, mengendalikan pandangannya, cara bertuturnya sopan, dan mempertimbangkan apa yang hendak ia katakan.
Allah berfirman : ”Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Qaf : 18) Setiapkata diperhitungkan dengan cermat dan teliti. ”Dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-Nya.” (Fushilat : 46)
Hati-hati dengan lidahmu wahai manusia Jangan sampai ia menyengatmu, karena ia adalah ular Demi Allah. Kematian bisa diakibatkan karena tergelincirnya lidah Di dalamnya (tergelincir lidah) terdapat kehancuran dan semuanya kerugian.
Oleh karena para salaf terdidik dengan etika Al-Quran dan As-Sunnah, mereka mempertimbangkan dahulu kata-kata yanghendak diucapkan, mereka menghormati bicara, bicara mereka adalah zikir, pandangan mereka adalah pelajaran dan diam mereka adalah berfikir.
Oleh karena orang-orang yang baik takut azab Allah, saat mereka bertemu dengan Tuha ynag Maha Tunggal dan Perkasa, mereka gunakan lidah untuk mengingat dan bersyukur kepada-Nya, tidak mengucapkan kata-kata keji, kata-kata busuk, dan kata-kata tak sopan.
Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang melepaskan tali kekang lidahnya? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang dipermainkan lidahnya, ditipu ucapannya, diperdaya cara bertuturnya? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang berbohong dan bergunjing, mengobral caci maki dan sumpah serapah dan melupakan hari kiamat? Bagaimana mungkin disebut berpuasa orang yang memberi kesaksian palsu, dan tidak berhenti berbuat jahat kepada kaum Muslimin?
Hadist Rasulullah : “Seorang muslim adalah orang yang membuat Muslim lainnya terhindar dari gangguan lidah dan tangannya.” Islam adalah amalan, implementasi, metode, kepatuhan, prilaku dan ketaatan. Betapa banyak orang berpuasa merusak puasanya pada saat lidahnya rusak, cara bertuturnya busuk, dan kata-katanya tercela? Tujuan puasa bukanlah lapar dan haus, tetapi pendidikan dan latihan.
Dalam lidah –bila terkendali terdapat lebih dari 10 kesalahan. Aibnya adalah berkata bohong, bergunjing, mengadu domba, berkata kotor, mencela, berkata jahat, saksi palsu, melaknat, menghina, merendahkan orang dan lain-lain.
Betapa banyak kata yang melemparkan penuturnya ke dalam neraka keranaia meluncurkan kalimat tanpa kendali. Lidah adalah jalan untuk kebajikan, tapi ia juga jalan untuk kejahatan. Betapa sangat beruntung orang yang menggunakannya untuk berzikir kepada Allah, memohon ampun-Nya, bertasbih dan bertaubat. Betapa rugi orang yang menggunakannya untuk merusak kehormatan orang lain, menodai hal-hal yang dimuliakan dan merontokkan nilai-nilai.
Wahai orang yang berpuasa, basahi lidahmu dengan zikir kepada Allah, didik ia dengan taqwa, bersihkan ia dari maksiat.
Ya Allah sungguh kami memohon kepadaMu lidah yang jujur, hati yang bersih dan prilaku yang lurus.
Posted at 04:20 am by dweetee
Permalink
Sep 26, 2006
[NHI]- Persiapkan Diri Sebelum Ramadhan
Assalamu'alikum ww Tak
terasa waktu begitu cepat berlalu, tak terasa kita akan segera
memasuki bulan ramadhan. Ada yang menyambutnya dengan gembira karena
merasa ini adalah momentum terbaik bagi gugurnya dosa, meningkatnya
harga pahala dan tersambungnya kembali jalinan silaturahim. Bulan penuh
berkah, bulan penuh rahmah, bulan kembali kepada alquran dan ibadah.
Seandainya setiap bulan adalah Ramadhan. Di
sisi lain ada juga sebagian dari kita yang biasa-biasa saja menyambut
Ramadhan, tidak ada yang istimewa. Padahal Rasulullah SAW, mengajarkan
kita untuk berdoa agar bisa disampaikannya pada bulan ramadhan. Ya
Allah berkatilah kami di bulan Rajab, berkatilah kami di bulan Sya'ban
dan ijinkanlah kami untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Subhanallah,
itulah keistimewaan Ramadhan sampai-sampai Rasulullah meminta seperti
itu. Karena kita tidak tahu, apakah masih ada umur kita sampai ke bulan
penuh berkah itu? Terkait
dengan itu, adakah kita sudah mempersiapkan diri menyambutnya?
Setidaknya ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan, diantaranya:
persiapan fisik (jasadiyah), mental (aqliyah), spiritual (ruhiyah), dan
silaturahim. 1. Persiapan Fisik (Jasadiyah) Puasa
terkait dengan menahan makan dan minum, oleh karena itu tubuh yang
sehat dan kuat sangat dibutuhkan pada bulan puasa. Sangat disarankan
untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan fisik kita sebelum
ramadhan sehingga tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan tubuh kita
sakit dan lemah. Pola
makan kita di luar bulan puasa akan mempengaruhi fisik kita di awal
Ramadhan, bagi yang tidak terbiasa berpuasa biasanya mengalami pusing-
pusing. Beruntung bagi yang sudah terbiasa puasa sunnah, hanya tinggal
melanjutkan kebiasaannya. 2. Persiapan Ilmu (Aqliyah) Amal
tanpa ilmu akan sia-sia. Ilmu yang terkait dengan menjalankan ibadah
puasa cukup luas dan literatur bacaan mengenai puasa sudah banyak
diterbitkan. Ada Fiqih Sunnah karya Sa'id Hawwa, Fiqih Puasa karya
Sayyid Quthb dan masih banyak lagi. Dengan membaca buku-buku tersebut,
Insya Allah pemahaman kita tentang puasa akan lebih baik dan benar. 3. Persiapan spiritual (ruhiyah) Berapa
banyak orang yang puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga? Itu
dikarenakan puasanya tidak memiliki nilai spiritual sehingga ketika dia
berpuasa pada hakekatnya hanya menahan lapar dan haus saja, tapi
jiwanya tidak ikut berpuasa. Hatinya masih penuh dengki, hasad, hasud,
iri, dendam bahkan pikirannya masih kotor. Seperti kita semua ketahui,
puasa adalah ibadah istimewa karena memiliki nilai tarbiyah (pembinaan)
langsung dari sang Khalik. Secara fisik bisa saja kita terlihat
berpuasa tapi secara spiritual (ruhiyah) amat sulit menilainya, ia
hanya bisa dirasakan oleh si pelaku puasa dan Allah Yang Maha Kuasa.
Oleh karenanya, sangat disarankan untuk membersihkan hati kita dari
berbagai macam penyakit hati. Perbanyak dzikir dan shalat sunnah,
menjaga pandangan, lidah dan pikiran. 4. Silaturahmi Salah
satu keberkahan dari bulan suci Ramadhan adalah silaturahim. Sebaiknya
untuk meringankan beban dosa kita terhadap sesama, mohonkanlah maaf
kepada saudara, sahabat, keluarga dan rekan kita, sehingga pada saat
memasuki bulan puasa diri kita menjadi lebih ringan menjalaninya. Dari
semua persiapan di atas ada satu hal penting yang harus juga kita
lakukan, yaitu: manajemen waktu ibadah. Waktu ibadah di bulan suci ini
harus kita siasati. 10 hari terakhir adalah waktu kita untuk i'tikaf,
oleh karena itu aktivitas pada saat itu harus kita atur sedemikian rupa
sehingga tidak mengganggu i'tikaf. Belanja bisa kita lakukan di awal
Ramadhan, sembako bisa kita siapkan dari sekarang. Bagi pekerja yang
pada saat itu masih harus bekerja dapat ber-i'tikaf di malam harinya.
Jadi upayakan setiap waktu yang kita pakai di bulan Ramadhan nanti
membuahkan pahala kebaikan buat kita, terjaganya ibadah kepada Allah
dan makin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Insya
Allah jika kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya kita akan
mendapatkan hikmah dan berkah dari Ramadhan. Sudah sepatutnya kita
berjuang meraih kemenangan Ramadhan. So, let's countdown to Ramadhan "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tatapi langsung melihat/memperhatik an niat dan keikhlasan dalam hatimu." (Muslim) Wassalam
Posted at 07:40 pm by MasterOfWind
Permalink
Sep 19, 2006
[fuki_0607] [NHI]-Masnusia berhadapan dengan 6 persimpangan
Asslamua'laikum ww
Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya
iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah
kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di
sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk
mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu
mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari
akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan
mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana
firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta
menuju keampunan-Nya. .."
Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka
hilang agama dari dirinya. Sesiapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka
hilang darinya nilai nyawanya. Sesiapa yang memenuhi ajakan nafsunya,
maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia,
maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan
anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."
Iblis
adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu,
manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat
tepat pada sasarannya.
Wassalam
NHI-FUKI
Posted at 07:29 pm by MasterOfWind
Permalink
Sep 5, 2006
Dikutip dari :"ri_sa4" <ri_sa4@yahoo.com>
Disebuah gua yang gelap dengan empat cahaya lilin di ujungnya.
Seorang anak dengan segumpal rasa takutnya mendekati arah cahaya.
Tiba-tiba tanpa disangka, satu persatu dari keempat lilin bisa
mengeluarkan suara, anak itu langsung menghampiri lilin pertama
sambil berkata, " Namaku Syifa aku sangat takut sekali. Namamu
siapa ? "
Kemudian lilin itu menjawab : " Namaku iman, aku sudah tidak tahan
menerangi gua ini karena di dunia ini sudah sedikit orang yang
beriman. Jadi aku ingin mati saja. " Kemudian dengan paras takutnya
Syifa berlari ke lilin yang kedua. " Wahai lilin namamu siapa?,
tolong jangan mati jangan tinggalkan aku. Dan lilin itupun
menjawab, " Namaku cinta aku juga tidak bisa menerangi gua ini,
karena di luar sana sudah sedikit yang memiliki cinta. Kemudian
lilin itu pun padam. Sambil mendekati lilin ketiga Syifa berkata, "
Hai lilin namamu siapa jangan tinggalkan aku seperti teman-temanmu,
lilin itupun menjawab, " Aku juga tidak tahan hidup di gua ini,
karena di luar sana sudah sedikit manusia yang cinta damai. "Dengan
lembut lilin itupun menjawab, " Tenang saja. Namaku adalah harapan.
Disaat iman, cinta, dan damai tidak ada lagi di dunia ini, aku akan
ada di setiap hati manusia.
Harapan………….
Memulai sesuatu dengan sebuah harapan
Harapan yang tentunya menjadi inti semangat bagi setiap insan
Harapan yang tentunya juga bisa menjadi motivator bagi sebuah
keberhasilan
Harapan yang selalu menyala dalam diri kita
Teman, alangkah indahnya suatu hal yang kita mulai dengan sebuah
harapan yang dapat membangkitkan semangat yang membara bagi kita
untuk bisa mencapainya. Begitu juga hendaknya dengan apa yang ingin
kita lakukan saat ini. Harapan-harapan seperti mendapat nilai yang
bagus dan memperoleh ilmu yang bermanfaat pasti terlintas dalam
benak teman-teman saat ini. Oleh Karena itu bangkitkan semua harapan
yang ada pada diri kita untuk bisa menjadi yang lebih baik dari
sebelumnya dan bisa bermanfaat bagi diri sendiri, dan orang di
sekeliling kita.
" Bisakah lilin harapan tetap menyala di hati kita? "
Posted at 08:24 pm by MasterOfWind
Permalink
May 23, 2006
Saudaraku,
Janganlah engkau berputus asa, karena berputus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat.
Allah SWT berfirman: "Dan kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan mejadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). dan akan kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan kami perlihatkan kepada firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka kawatirkan dari mereka itu "(Q. S. Al Qashas: 5-6)
putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa kita adalah hidayah, kemenangan dan kedamaian yang dapat menyembuhkan umat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. setelah itu tibalah giliran kita menjadi khalifah di muka bumi, karena bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Hanya Allah lah harapan kita satu-satunya.
Bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya hari esok, karena bisa jadi engkau tidak bisa berbuat apa-apa esok hari.
Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tidak mengenal kata berhenti dalam berjihad.
Allah SWT berfirman, "dan orang-orang yang berjihat untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik."(Q S Al Ankabut :69)
Hanya Allah-lah Dzat yang Maha Agung dan Maha Terpuji.
Posted at 10:24 pm by MasterOfWind
Permalink
|
|
 |
|
 |
 |
 |
Blog ini bukan berisi guyonan atau hanya sekedar bercanda. Tapi sengaja saya buat untuk memberikan masukan batiniyah terutama untuk memberikan masukan pada penulis.
Pada hakikatnya, apabila kita memiliki ilmu yang berguna maka amalkanlah. Itulah yang penulis ingin tekankan bahwa manusi itu harus saling mengingatkan.
Kita harus berjalan terus di dunia ini. Namun ke arah mana kita harus melangkah. Apakah kita sudah mengikuti arah yang benar? Apakah kita sudah memiliki tujuan yang jelas? kita semua butuh nasihat dan kita semua butuh teman seperjuangan.
|
 |
|